Beberapa aspek penting yang perlu
mendapatkan perhatian dalam pemberdayaan masyarakat petani peternak, antara
lain :
a. Pengembangan
organisasi/kelompok masyarakat yang dikembangkan dan berfungsi dalam
mendinamisir kegiatan produktif masyarakat, misalnya berfungsinya HKTI, HNSI ,
dan organisasi lokal lainya .
b. Pengembangan
jaringan strategis antar kelompok/organisasi masyarakat yang terbentuk dan
berperan dalam pengembangan masyarakat tani dan peternak, misalnya
asosiasi
dari organisasi petani, baik dalam skala nasional, wilayah, maupun lokal.
c. Kemampuan kelompok
petani dan peternak dalam mengakses sumber-sumber
luar
yang dapat mendukung pengembangan mereka, baik dalam bidang informasi pasar,
permodalan, serta teknologi dan manajemen, termasuk didalamnya kemampuan lobi
ekonomi.
Di
sinilah
maka perlunya ekonomi jaringan dipembangkan. Ekonomi jaringan adalah suatu perekonomian yang menghimpun para pelaku ekomomi, baik dari produsen, konsumen, service provider, equipment provider, cargo, dan sebagainya di dalam jaringan yang terhubung baik secara elektronik maupun melalui berbagai forum usaha yang aktif dan dinamis. Ekonomi jaringan ini harus didukung oleh jaringan telekomunikasi, jaringan pembiayaan, jaringan usaha dan perdagangan, jaringan advokasi usaha, jaringan saling belajar, serta jaringan lainnya seperti hasil temuan riset dan teknologi/inovasi baru, jaringan pasar, infomasi kebijakan dan pendukung lainnya yang dapat diakses oleh semua dan tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu ( Sasono, 2000).
maka perlunya ekonomi jaringan dipembangkan. Ekonomi jaringan adalah suatu perekonomian yang menghimpun para pelaku ekomomi, baik dari produsen, konsumen, service provider, equipment provider, cargo, dan sebagainya di dalam jaringan yang terhubung baik secara elektronik maupun melalui berbagai forum usaha yang aktif dan dinamis. Ekonomi jaringan ini harus didukung oleh jaringan telekomunikasi, jaringan pembiayaan, jaringan usaha dan perdagangan, jaringan advokasi usaha, jaringan saling belajar, serta jaringan lainnya seperti hasil temuan riset dan teknologi/inovasi baru, jaringan pasar, infomasi kebijakan dan pendukung lainnya yang dapat diakses oleh semua dan tidak dimonopoli oleh kelompok tertentu ( Sasono, 2000).
d. Pengembangan
kemampuan-kemampuan teknis dan manajerial kelompok-kelompok masyarakat,
sehingga berbagai masalah teknis dan organisasi dapat dipecahkan dengan baik.
Di sini, selain masyarakat sasaran (petani peternak), juga para petugas
penyuluh/pendamping pemberdayaan masyarakat harus meningkatkan
kompetensi
diri sebagai petugas yang mampu memberdayakan , karena banyak diantara mereka
justru ketinggalan kemampuannya dengan kelompok sasarannya.
Untuk
mendukung pemberdayaan masyarakat dalam bidang peternakan maka ada beberapa
Program Pengembangan Agribisnis Peternakan ditujukan untuk mengoperasionalkan
kebijakan pembangunan sistem agribisnis agar seluruh subsistem agribisnis lebih
produktif dan efisien dalam menghasilkan berbagai produk peternakan yang
memiliki nilai tambah dan berdaya saing baik di pasar lokal maupun pasar
domestik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar